Unduh CP PAI Dan BP Fase A, B dan C Sesuai BKPDM No 20 Tahun 2026 - Pojok Sekolah

Unduh CP PAI Dan BP Fase A, B dan C Sesuai BKPDM No 20 Tahun 2026

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Kelas 1-6 Tahun 2026 menjadi salah satu informasi penting yang perlu dipahami oleh guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.

Perubahan Capaian Pembelajaran (CP) PAI dan Budi Pekerti tahun 2026 ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Nomor 20 Tahun 2026, yang merupakan perubahan atas ketentuan Capaian Pembelajaran sebelumnya. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya penyempurnaan pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti agar lebih menekankan pembentukan sikap, pengetahuan, keterampilan, pengamalan ajaran agama, serta penguatan karakter peserta didik.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP

Bagi guru PAI SD/MI, memahami CP PAI dan BP Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 sangat penting karena Capaian Pembelajaran menjadi dasar dalam menyusun tujuan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, asesmen, dan perangkat ajar lainnya.

Catatan: Secara struktur kurikulum, CP PAI dan Budi Pekerti jenjang SD/MI disusun berdasarkan fase, bukan CP yang berdiri sendiri untuk setiap kelas. Kelas 1-2 berada pada Fase A, kelas 3-4 pada Fase B, dan kelas 5-6 pada Fase C.

Capaian Pembelajaran atau CP adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik pada akhir suatu fase pembelajaran.

Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, CP tidak hanya berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam memahami materi keislaman. Pembelajaran juga diarahkan agar peserta didik mampu menghayati, mengamalkan, dan membiasakan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pembelajaran PAI dan BP diharapkan tidak berhenti pada aspek pengetahuan atau kemampuan menjawab soal, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku peserta didik.

Penyempurnaan CP tahun 2026 juga diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik. Pemerintah menjelaskan bahwa penyempurnaan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dilakukan melalui penyesuaian materi, penyempurnaan rumusan kompetensi, serta penguatan pendidikan karakter.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Kelas 1-6 Tahun 2026


Secara umum, pembagian Capaian Pembelajaran PAI dan BP SD/MI kelas 1 sampai kelas 6 terbagi menjadi tiga fase, yaitu Fase A, Fase B, dan Fase C.

Guru perlu memahami bahwa target kompetensi CP dicapai secara bertahap dalam satu fase. Oleh karena itu, guru kelas 1 tidak harus menuntaskan seluruh capaian Fase A dalam satu tahun, demikian pula guru kelas 3 tidak harus menyelesaikan seluruh target Fase B hanya dalam satu tahun pembelajaran.

Pembagian kompetensi ke dalam tujuan pembelajaran dan alur pembelajaran menjadi bagian penting dari tugas guru agar capaian pada akhir fase dapat tercapai secara optimal.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Fase A: Kelas 1 dan 2


Fase A diperuntukkan bagi peserta didik kelas 1 dan 2 SD/MI. Pada tahap ini, pembelajaran PAI dan Budi Pekerti diarahkan untuk membangun fondasi keagamaan peserta didik sejak dini.

Peserta didik mulai dikenalkan dengan dasar-dasar ajaran Islam melalui pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis, akidah, akhlak, fikih, serta sejarah peradaban Islam yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka.

Pembelajaran pada Fase A perlu dikembangkan melalui kegiatan yang konkret, sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Fokus pembelajaran PAI Fase A


Secara umum, pembelajaran PAI dan BP pada Fase A dapat diarahkan pada:
  • Mengenal dan mencintai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
  • Mengenal huruf hijaiyah dan dasar-dasar membaca Al-Qur'an sesuai tingkat perkembangan peserta didik.
  • Mengenal pesan-pesan dasar dalam Al-Qur'an dan hadis.
  • Mengenal dasar-dasar keimanan kepada Allah Swt.
  • Mengenal dan membiasakan perilaku terpuji.
  • Mengenal tata cara bersuci dan ibadah dasar.
  • Mengenal ketentuan dasar salat.
  • Membiasakan doa dan zikir dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengenal kisah-kisah keteladanan Nabi dan Rasul.
  • Membiasakan sikap santun, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi sesama.
Pada fase ini, guru sebaiknya tidak hanya menggunakan metode ceramah. Pembelajaran dapat dilakukan melalui praktik ibadah, permainan edukatif, cerita keteladanan, demonstrasi, bernyanyi, pembiasaan, dan kegiatan sederhana yang memungkinkan peserta didik mempraktikkan nilai agama secara langsung.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Fase B: Kelas 3 dan 4


Fase B mencakup kelas 3 dan 4 SD/MI. Pada fase ini, peserta didik mulai mengembangkan kemampuan memahami ajaran Islam secara lebih mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Jika pada Fase A peserta didik banyak mendapatkan pengenalan dan pembiasaan, maka pada Fase B pembelajaran dapat diarahkan pada penguatan pemahaman dan praktik.

Fokus pembelajaran PAI Fase B


Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti pada Fase B secara umum dapat mencakup:
  • Peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an.
  • Memahami pesan dan kandungan ayat atau hadis yang dipelajari.
  • Mengenal dan memahami Asmaulhusna.
  • Memperkuat pemahaman tentang iman kepada Allah Swt. dan rukun iman.
  • Membiasakan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
  • Memahami dan mempraktikkan ibadah dengan lebih baik.
  • Memahami ketentuan salat dan ibadah lainnya sesuai materi pembelajaran.
  • Mengenal nilai-nilai tanggung jawab dan kerja sama.
  • Meneladani kisah Nabi, Rasul, dan tokoh-tokoh dalam sejarah Islam.
  • Mengembangkan sikap peduli terhadap keluarga, teman, lingkungan, dan masyarakat.
Guru PAI dapat mengembangkan pembelajaran berbasis aktivitas agar peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Contohnya, ketika mempelajari materi tentang kejujuran, peserta didik dapat diberikan proyek sederhana berupa jurnal pembiasaan perilaku jujur. Pada materi salat, peserta didik dapat melakukan praktik dan refleksi. Sementara pada materi sejarah Islam, peserta didik dapat membuat cerita bergambar atau presentasi sederhana mengenai keteladanan tokoh yang dipelajari.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Fase C: Kelas 5 dan 6


Fase C merupakan fase akhir pada jenjang pendidikan dasar dan mencakup kelas 5 dan 6 SD/MI. Pada fase ini, peserta didik diharapkan semakin mampu menghubungkan pengetahuan agama dengan pengamalan dalam kehidupan nyata. Pembelajaran tidak hanya menekankan kemampuan mengetahui dan memahami, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam secara lebih mandiri.

Fokus pembelajaran PAI Fase C


Secara umum, pembelajaran PAI dan Budi Pekerti pada Fase C dapat diarahkan pada:
  1. Meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an.
  2. Memahami pesan dan nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan hadis.
  3. Memahami dasar-dasar tajwid sesuai materi pembelajaran.
  4. Memperkuat pemahaman akidah dan keimanan.
  5. Menunjukkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Memahami dan mempraktikkan ibadah secara lebih mandiri.
  7. Memahami nilai toleransi dan hidup berdampingan secara harmonis.
  8. Menumbuhkan kepedulian sosial dan tanggung jawab.
  9. Mempelajari sejarah perkembangan Islam dan mengambil nilai keteladanan.
  10. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami persoalan kehidupan berdasarkan nilai-nilai Islam.
Pada akhir Fase C, pembelajaran PAI dan BP diharapkan mampu membantu peserta didik memiliki bekal pengetahuan agama sekaligus karakter yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Perubahan Penting CP PAI dan BP Tahun 2026


Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan guru adalah bahwa perubahan melalui Keputusan Kepala BKPDM Nomor 20 Tahun 2026 tidak mengubah seluruh Capaian Pembelajaran pada semua mata pelajaran.

Pemerintah menegaskan bahwa perubahan tersebut secara khusus berlaku pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, termasuk Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Mata pelajaran lainnya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku sebelumnya.

Penyempurnaan CP PAI dan Budi Pekerti tahun 2026 diarahkan agar pembelajaran agama semakin relevan dengan perkembangan peserta didik dan kehidupan sehari-hari.

Selain penguatan karakter, penyempurnaan juga mengintegrasikan delapan dimensi Profil Lulusan, yaitu ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, kreativitas, berpikir kritis, kemandirian, kolaborasi, komunikasi, dan kesehatan.

Khusus Pendidikan Agama Islam, pemerintah juga menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran menggunakan taksonomi Structure of the Observed Learning Outcome (SOLO). Pendekatan tersebut diharapkan membantu merumuskan kompetensi yang lebih konkret, terukur, dan dapat diamati dalam proses pembelajaran.

Apa yang Harus Dilakukan Guru PAI Setelah CP 2026 Ditetapkan?

Dengan adanya perubahan CP PAI dan Budi Pekerti tahun 2026, guru perlu melakukan penyesuaian terhadap perencanaan pembelajaran. Beberapa langkah yang dapat dilakukan guru antara lain:
  • Mempelajari dokumen CP terbaru
Guru perlu membaca dokumen resmi Keputusan Kepala BKPDM Nomor 20 Tahun 2026 secara utuh, khususnya bagian yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
  • Memetakan CP berdasarkan fase
Guru perlu memahami target CP pada Fase A, Fase B, atau Fase C sesuai kelas yang diampu.
  • Menyusun Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran perlu diterjemahkan menjadi tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
  • Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran kemudian dapat disusun secara sistematis agar proses pembelajaran berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan.
  • Menyesuaikan modul ajar atau perangkat pembelajaran
Modul ajar dan perangkat pembelajaran perlu diselaraskan dengan CP terbaru, termasuk materi, aktivitas pembelajaran, metode, dan asesmen.
  • Memperkuat pembelajaran berbasis pengamalan
Pembelajaran PAI sebaiknya memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran PAI diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan agama, tetapi juga memiliki kebiasaan baik, akhlak mulia, kemampuan berpikir, dan kepedulian terhadap sesama.

CP PAI dan BP Kelas 1-6: Apa Bedanya dengan CP Sebelumnya?

Perbedaan utama yang perlu dipahami adalah adanya penyempurnaan pada rumusan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Pemerintah menyampaikan bahwa penyempurnaan tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas pembelajaran agama, termasuk keseimbangan antara pengetahuan dan pengamalan ajaran agama.

Dalam implementasinya, guru perlu melihat CP terbaru sebagai dasar dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna. Artinya, keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya diukur dari kemampuan peserta didik menjawab soal, tetapi juga dari kemampuan mereka menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan.

Download Capaian Pembelajaran PAI dan BP Tahun 2026


Bagi guru yang membutuhkan dokumen resmi, disarankan untuk menggunakan sumber resmi pemerintah sebagai rujukan utama.

Dokumen Keputusan Kepala BKPDM Nomor 20 Tahun 2026 merupakan rujukan penting dalam memahami perubahan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tahun 2026.

Guru PAI SD/MI sebaiknya tidak hanya mengandalkan ringkasan dari blog atau media sosial. Untuk penyusunan perangkat pembelajaran, gunakan dokumen regulasi resmi dan dokumen panduan implementasi yang diterbitkan oleh kementerian terkait.

Informasi resmi pemerintah mengenai perubahan CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tahun 2026 juga menegaskan bahwa satuan pendidikan perlu mempelajari dokumen CP yang telah diperbarui sebagai acuan dalam merancang pembelajaran tahun ajaran 2026/2027.

Capaian Pembelajaran PAI dan BP Kelas 1-6 Tahun 2026 menjadi acuan penting bagi guru dalam merancang pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di jenjang SD/MI.

CP PAI dan BP kelas 1-6 terbagi ke dalam tiga fase, yaitu Fase A untuk kelas 1-2, Fase B untuk kelas 3-4, dan Fase C untuk kelas 5-6. Bagi yang belum memiliki CP PAI Dan BP silhkan unduh Disini

Setiap fase memiliki karakteristik dan tingkat perkembangan kompetensi yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu menerjemahkan CP menjadi tujuan pembelajaran dan alur pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui penyempurnaan CP tahun 2026, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diharapkan semakin mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, implementasi CP PAI dan BP terbaru perlu dilakukan secara cermat, bertahap, dan kontekstual agar pembelajaran agama benar-benar memberikan dampak terhadap pembentukan karakter dan kualitas peserta didik.
Disqus comments